Social Media Break

This was first published on my Medium series.

Hello Everyone 🙂

It’s been two weeks since the day i decided to get rid from all of social media app on my phone and i called it “Social Media Break”.

I started the experiment 15 July 2017, actually i started this on the 14 July afternoon. I deleted All of social media. The biggest distraction for my day like Instagram, Facebook, Twitter, etc. But i made an exception for Line because i need to keep in contact with my fellows. Instead of deleting Line, i switched it to Line Lite which is i can’t access the timeline that distracted me the most.

Today, as my promised, i wanna tell you about what happened in this 2 weeks related to the experiment that i’ve done. (more…)

Advertisements

It’s been a long time i didn’t write a single post in this blog. May be, it because i have a daily journal on my pocket and forgot to do blog again haha.

Okay, pengennya ngeluh sama curhat di post-an ini, karena temen chat urang teu aya 😦 *what beneran curhat*

Sejujurnya saya ga tau mau nulis apa, tapi tadi ceritanya lagi gabut dan bawaannya ngeluh, jadi sekarang pengennya produktif nulis blog, tapi waktu lagi nulis malah ga tau mau nulis apa.

Well, banyak yang terjadi beberapa bulan ini, terutama ya, my college life yang alhamdulillah lagi membaik. Kemaren sempat ngeluh ga ketemu sama lingkungan yang bisa di ajak belajar. Tapi sekarang udah nemu. Ceritanya saya lagi internship di salah satu Lab yang ada di fakultas tetangga :D, soalnya di fakultas sendiri dulu malah di buang kesempatan emas buat di terima di lab, akhirnya nyesel juga kan hehe. tapi saya yakin yang ini bakalan saya pertahanin sampai wisuda nanti, In sha Allah. Tapi kan masih internship belum keterima jadi full-time member -_- . So, semoga bisa diterima sama keluarga labnya :).

Kemudian, salah satu target saya semester kemaren dapet nilai A di Matkul yang saya suka. istilah kerennya “Interaction Design” juga tercapai, Alhamdulillah. IP Semester ini di atas ekspektasi, seneng banget bisa sambil senyum ngasih tau hasil perjuangan semester ini ke Ortu. Ya banyak yang bilang IPK bukan segalanya, tapi menurut saya IPK itu sebagai bentuk kewajiban serta tanggung jawab saya sebagai anak kepada orang tua yang udah susah payah biayain kuliahan saya.

Terus saya lagi ngambil Challenge di goodreads mau baca 20 buku tahun ini, tapi sejauh ini baru baca 7 buku. Semoga ga wacana ya, nanti di penghujung tahun saya bakalan kasih list sama beberapa summary dari buku yang udah saya baca dan semoga bermanfaat. Oh iya, currently saya lagi fokus baca buku buat karir kedepannya hehe, jadi ya mostly bukunya non-fiksi. Mungkin kedepannya bakalan ada post-an mengenai review buku? ya semoga aja kalau saya ga mageran haha.

Hmm, sampai sekarang masih belum ada achievement yang berarti. Semoga kedepannya bakalan ada kabar bahagia mengenai pencapaian saya.

Liburan ini masih diisi sama kegiatan belajar, traveling, nongki, mageran di kamar. Penyesalan memang kemudian, harusnya liburan kali ini di isi sama kegiatan internship.
Tapi, positifnya saya bisa pulang ngumpul sama keluarga, teman-teman sama kucing di rumah setelah 10 bulan di Bandung. Tapi mungkin pertemuan selanjutnya bakalan lama banget, bisa jadi waktu saya pra- wisuda skripsi besok atau mungkin setelah wisuda skripsi ? Hmm.

Liburan ini rencanannya mau produktif, semoga nanti apa yang udah saya rencanain bisa dishare di blog ini tentang liburan produktifnya ngapain aja hmm. Ya semoga 😀

Ilmu (Buku) itu mahal 😦

Hmm, belakangan ini saya banyak belajar. Salah satunya

“Jangan bandingin diri kita sama orang lain”

Karena seringkali kita membandingkan diri kita sama orang yang sudah memulai lebih awal dan sudah berjuang lebih lama dari pada kita. Padahal kita baru saja memulai. Belum pantas kiranya kalau kita yang baru saja berjuang ngebandingin diri dengan mereka yang bahasa kerennya bloodbath and learn a lot than we are. karena seharusnya

“Work until your idol become your rival”

Jadi initnya post-an ini sangatlah random dan alay sebenernya. tapi yasudahlah mungkin ini representasi dari produktif yang tadi direncanaiin hehe.

NB : Sebenernya ini post-an yang paling unfaedah kedua setelah post-an pertama saya diblog *wkwk*

at least, it was a reminder for me.

Thank you

Tanda tangan

 

My First Game : GOKILL [Game of Killing]

Selamat Pagi menjelang Subuh haha. Ini blog kayaknya udah ada sarang laba-labanya soalnya terakhir ngepost itu 20 Oktober 2015 dan sekarang sudah 8 mei 2016 . Kenapa sekarang aprianil s-a-n-g-a-t jarang ngepost ? Ya, Aprianil telah menapaki jenjang kuliah pada salah satu Perguruan Tinggi di Bandung. Masih susah untuk menyisihkan waktu buat ngeblog padahal topik yang pengen dibahas itu banyaak loh. Pada post-an ini aprianil cuma mau ngeshare game yang aprianil bikin bareng GOKILL Team Dev (ngaco hahaha).Ternyata bikin game itu gak gampang ! Mulai dari ngoding, cari referensi design , bikin design game nya , alur cerita dari gamenya, jenis gameplaynya, soundtracknya juga, dan belum lagi kendala-kendala waktu proses development nya. Ya mulai sekarang setidaknya aprianil mulai respect sama game developer yang bikin game sekalipun itu terkadang gamenya gak sesuai ekpektasi. Lanjut cerita, game ini menceritakan tentang dua orang kesatria yang ingin mendapatkan pedang Excalibur , Selesai . Hah , segitu doang ? Ya emang segitu doang inti dari ceritanya haha.

langsung saja penampakan gamenya.

GOKILL SPLASH Screen
Splash Screen

Sedikit Cuplikan Ceritanya

intro1
Intro 1.1

Lanjut

intro2
Intro 1.2

Nah, ini penampakan Characternya.

 

Game yang aprianil bikin tergolong simple dan masih banyak  bug tapi buat nambah pengalaman ya gak salah juga bikin game haha. Penasaran ?

Lansung aja kunjungi GOKILL di Greenfoot . Oh iya , biar gamenya bisa di Run, teman-teman download greenfootnya dulu ya di sini

Sekian untuk post-an kali ini , See you next post ! 😀

Tanda tangan

Pikiranku sore ini

Bacanya sambil play ini ya 🙂

Perjuangan telah usai. bahkan aku merasa apa yang aku lakukan 3 bulan terakhir ini bukan merupakan sebuah perjuangan, tetapi itu adalah suatu bentuk dimana aku sadar bahwa apa yang aku lakukan semata-mata hanya tuntan dari beberapa orang , tuntutan dari apa yang seharusnya di lakukan , bahkan aku tidak mengerti kenapa diri ini selalu ikut kepada arus yang seharusnya tidak diikuti.

Terjebak ? sepertinya iya. Aku terjebak di suatu siklus dimana sebuah tuntutan mengharuskanku melakukan sesuatu yang sama sekali tidak sedikitpun aku mengerti.
Terkekang ? Ya, aku terkekang oleh yang namanya sistem, yang sistem itu sendiri sama sekali tidak memberikan apa-apa terhadap usaha yang aku lakukan. Aku berusaha ? ketika pertanyaan itu terlontar, pikiran ini hanya bisa berkata bahwa “Ya aku berusaha” tapi apakah itu memang suatu usaha ataukah itu suatu kegiatan yang dilakukan karena suatu tuntutan yang mengharuskan aku untuk berusaha ?

Izinkan aku untuk mendapatkan apa yang aku ingikan sekalipun itu suatu keegoisan. Izinkan aku menggapai satu dari banyak impian dari diriku. Izinkan aku melakukan apa yang aku mau. Izinkan aku bebas dari sistem ini , dari ketidak jelasan ini , dari apa yang membuat aku terjebak.
apakah aku pantas mendapatkan itu ? sekalipun apa yang sekarang aku dapatkan. Apakah itu akan menjadi sesuatu yang akan membawaku kepada impianku ? apakah itu akan membawaku kepada apa yang aku persiapkan dari jauh-jauh hari ? yang pada kenyataannya apa yang aku dapatkan sedikit melenceng dari apa yang aku perhitungkan. Apakah aku salah untuk merencanakan ? apakah ini semua memang telah di atur ?.

Apakah dimasa depan ketika aku mengulangi hal yang sama dengan usaha yang berbeda aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan ? apa yang aku impikan ? dan rencana yang aku persiapkan , apakah “dia” akan terealisasikan atau apakah itu hanya berakhir wacana ?. “Masa depan” , kenapa aku harus memikirkan “Masa Depan” ? apakah di masa depan aku akan mengecewakan seseorang atau bahkan banyak orang kembali ? apakah aku harus berusaha ,menunggu dan mencari lagi apa yang hilang dari hari ini ? apakah aku harus berjuang ? pada hari ini orang-orang disibukan oleh berbagai tuntutan yang mengharuskan mereka untuk menjadi seperti apa yang orang lain inginkan.

apakah aku bahagia ? dan apakah orang lain bahagia dengan apa yang mereka dapatkan hari ini ?
ketika aku berpikir tentang suatu kebahagian yang sampai sekarang aku tidak pernah tau apa itu kebahagian. izinkan aku masuk kedalam kebahagian yang menurut sebagian orang bahwa bahagia itu merupakah suatu keharusan. Kebahagiaan ? akankah aku masuk kedalamnya. ketika sebuah perpisahan datang, apakah aku akan menggapai kebahagiaan ?

Ajari aku untuk bahagia sekalipun itu pahit . Ajari aku untuk mencari kebahagiaan sekalipun itu sakit. Ajari aku cara bahagia sekalipun itu sulit.

Disini aku bertanya tentang apa yang aku pikirkan.

Tanda tangan